Minggu, 11 November 2012

SPESIFIKASI

Spesifikasi dapat didefinisikan sebagai deskripsi secara tertulis dari sebuah produk atau metode secara lengkap, sehingga dapat digunakan sebagai acuan oleh penyedia jasa untuk memenuhi semua keinginan pengguna jasa.

Spesifikasi dapat berupa sebuah gambar, sebuah model, atau paparan secara tertulis. Ketiga hal tersebut, dapat berdiri sendiri atau saling melengkapi satu sama lain. Pada umumnya kombinasi antara gambar dan paparan tertulis lebih dapat memberikan informasi yang cukup, agar pemenuhan keinginan dapat dilakukan sepenuhnya.

Spesifikasi merupakan model legal yang harus dipenuhi dan merupakan bagian dari sebuah kontrak antara pengguna jasa (pemilik proyek) dengan penyedia jasa (kontraktor). Tujuan utama dari sebuah spesifikasi adalah menyamakan persepsi antara pengguna jasa dengan penyedia jasa. Hal ini menjadi sangat penting mengingat karakteristik dalam proyek konstruksi berbeda dengan industri manufaktur. Dalam industri jasa konstruksi, proses produksi berlangsung setelah terjadi kesepakatan atau kontrak. 

Banyak cara untuk menuliskan spesifikasi yang dapat dimanfaatkan untuk merepresentasikannya. Paling tidak terdapat 6 (enam) jenis spesifikasi, yaitu :
  • Performance specification, lebih ditekankan pada paparan kinerja / hasil akhir dari suatu produk.
  • Descriptive specification, paparan teknis secara rinci dan lengkap terhadap suatu produk yang diinginkan.
  • Brand-name specification, dengan menyebutkan nama produk dan pabrik pembuatnya.
  • Closed specification, penggunaan produk dibatasi oleh beberapa merk yang direkomendasikan.
  • Open specification, penggunaan produk terbuka untuk semua merk dagang.
  • Reference specification, merunjuk pada nomor atau kode dari spesifikasi yang telah dipublikasikan.
  • Combination specification, merupakan kombinasi dari beberapa jenis spesifikasi.

1 komentar:

Posting Komentar

Video Anda

Asosiasi

Asosiasi
Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia