Selasa, 07 Mei 2013

PENERAPAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN


Penerapan arsitektur berkelanjutan di antaranya, dalam efisiensi penggunaan energi, efisiensi penggunaan lahan, efisiensi penggunaan material, penggunaan teknologi dan material baru, dan manajemen limbah.

Efisiensi penggunaan energi yaitu ;

  • Memanfaatkan sinar matahari untuk pencahayaan alami secara maksimal pada siang hari untuk mengurangi penggunaan energi listrik. 
  • Memanfaatkan penghawaan alami sebagai ganti pengkondisian udara buatan (AC), dengan menggunakan ventilasi dan bukaan, penghawaan silang, dan cara-cara inovatif lainnya. 
  • Memanfaatkan air hujan dalam cara-cara inovatif untuk menampung dan mengelola air hujan untuk keperluan domestik.

Efisiensi penggunaan lahan yaitu ;

  • Menggunakan seperlunya lahan yang ada, tidak semua lahan harus dijadikan bangunan, atau ditutupi dengan bangunan, karena dengan demikian lahan yang ada tidak memiliki cukup lahan hijau dan taman.
  • Menggunakan lahan secara efisien, kompak dan terpadu.
  • Potensi hijau tumbuhan dalam lahan dapat digantikan atau dimaksimalkan dengan berbagai inovasi, misalnya pembuatan taman atap, taman gantung, pagar tananman.
  • Menghargai kehadiran tanaman yang ada di lahan, dengan tidak mudah menebang pohon-pohon, sehingga tumbuhan yang ada dapat menjadi bagian untuk berbagi dengan bangunan.
  • Desain terbuka dengan ruang-ruang yang terbuka ke taman, dapat menjadi inovasi untuk mengintegrasikan luar dan dalam bangunan, memberikan fleksibilitas ruang yang lebih besar.

Efisiensi penggunaan material yaitu ;

  • Memanfaatkan material sisa untuk digunakan juga dalam pembangunan, sehingga tidak membuang material.
  • Memanfaatkan material bekas atau komponen lama yang masih bisa digunakan untuk bangunan.

Penggunaan teknologi dan material baru yaitu ;

  • Memanfaatkan potensi energi terbarukan seperti energi angin, cahaya matahari dan air untuk menghasilkan energi listrik domestik untuk rumah tangga dan bangunan lain secara independen.
  • Memanfaatkan material baru melalui penemuan baru yang secara global dapat membuka kesempatan menggunakan material terbarukan yang cepat diproduksi, murah dan terbuka terhadap inovasi.

Manajemen limbah yaitu ;

  • Membuat sisitem pengolahan pengolahan limbah domestik, seperti air kotor yang mandiri dan tidak membebani sistem aliran air kota.
  • Cara-cara inovatif yang patut dicoba, seperti mambuat sistem dekomposisi limbah organik agar terurai secara alami dalam lahan.

0 komentar:

Posting Komentar

Video Anda

Asosiasi

Asosiasi
Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia