Rabu, 09 Januari 2013

ATAP KACA

Material kaca umumnya digunakan untuk jendela dan pintu. Ketika teknologi kaca semakin berkembang, aplikasinya pun melebar hingga ke elemen dinding, lantai hingga atap. Atap kaca merupakan jalan tengah bagi ruangan yang ingin terlindung dari hujan, namun masih tetap bisa merasakan terpaan sinar matahari. Suasana yang hadir di bawahnya pun terasa seperti di luar ruangan. Aplikasi material kaca di luar ruangan ada yang sekedar atap kanopi hingga konservatori.


Material kaca yang digunakan untuk atap tentunya berbeda dengan yang digunakan untuk jendela. Atap kaca menggunakan jenis kaca tempered dan laminated. Kaca tempered merupakan kaca biasa yang dipanaskan dalam temperatur hingga 700 derajat C, kemudian didinginkan mendadak dengan menyemprotkan udara di kedua sisinya. Sementara itu kaca laminated dihasilkan melalui proses laminasi dengan menempelkan dua lembar kaca biasa menggunakan polyvinil butiran film. Dengan perekat tersebut, jika kaca pecah maka pecahannya masih menempel di film tersebut. Aplikasi kedua jenis kaca ini pada atap biasanya dengan menggunakan frame aluminium.

Atap kaca dapat diaplikasikan di berbagai ruang luar yang memiliki overhead. Aplikasi paling umum yaitu untuk kanopi. Kanopi kaca biasanya digunakan untuk melindungi ruang-ruang yang masih ingin dianggap sebagai area outdoor, misalnya carport dan area drop off. Ada juga jenis ruang-ruang fungsional di luar outdoor yang dapat menggunakan atap kaca. Misalnya teras, outdoor living room, outdoor kitchen, gazebo, pool house, selasar dan sebagainya.