Rabu, 19 Desember 2012

PEMBUATAN BASEMENT

Basement adalah bagian dari sarana sebuah gedung bertingkat tinggi. Tidak mungkin sebuah gedung tinggi dibangun tanpa adanya basement. Umumnya luas lantai basement menghabiskan areal tanah yang ada. Lantai basement biasanya dimanfaatkan untuk : 1) balancing gedung di atasnya, 2) ruang parkir kendaraan, 3) ruang pengelola gedung, 4) pendukung utilitas gedung, seperti penempatan ruang panel, reservoir, dan kebutuhan lain.

Adanya basement tentunya akan ada penggalian tanah. Bagian ini yang biasa terjadi dan merupakan langkah awal berdirinya sebuah gedung tinggi. Kendala yang dihadapi pada pekerjaan galian basement adalah faktor runtuhnya dinding tanah vertikal. Runtuhnya dinding galian tanah ini bisa terjadi bila kedalaman galian lebih dari 2 meter. Makin dalam galian tentu resiko runtuhnya lebih besar. Bila di sekitarnya sudah ada bangunan, runtuhnya galian tanah akan membawa bangunan di sekelilingnya.


Sebelum ditemukan sistem pengamanan galian tanah, secara konvensional galian tanah akan melebar ke empat penjuru, membentuk dasar segi empat dengan kemiringan galian 45 derajat, di mulai dari dasar galian. Akibatnya, bidang galian menjadi melebar dan sudah dipastikan biaya untuk menggali dan mengurug kembali akan sangat mahal.

Pada akhirnya metode galian tanah telah berubah. Cara konvensional tidak lagi dipakai untuk pembuatan basement. Sekarang pengamanan galian dilakukan dengan terlebih dahulu memasang retaining wall sebelum dilakukan penggalian tanah.

1 komentar:

Poskan Komentar

Video Terkini

Asosiasi

Asosiasi
Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia