Rabu, 23 Januari 2013

MENGAPA KITA PERLU MEMPELAJARI ETIKA ENJINIRING?

Untuk bahan renungan, ada baiknya kita simak dulu berita tentang masalah beton di Denver International Airport - DIA.
 
Berita ini pertama kali dilaporkan oleh Denver Post pada awal Agustus 1993 ketika bandara hampir selesai. Dua subkontraktor mengajukan tuntutan hukum melawan kontraktor yang mengerjakan perkerasan runway, yaitu perusahaan konstruksi California, Ball, Ball, & Brosamer (dikenal sebagai 3B), mengklaim bahwa 3B mempunyai hutang pada mereka atas material yang telah mereka kirim. Sebagian tuntutan ini menyatakan bahwa 3B telah mengubah komposisi beton yang digunakan untuk konstruksi runway dan apron, dengan memperbanyak kerikil, air, dan pasir, yang mengakibatkan kekuatan beton menurun.
Awalnya, pejabat Denver meremehkan laporan tersebut, dan mempercayakan pada hasil uji independen beton. Pengujian pada sampel beton menunjukkan bahwa beton runway mempunyai kekuatan yang benar. Kontroversi ini mereda untuk sementara. Tapi setahun kemudian, pada Agustus 1994, kantor jaksa wilayah Denver mengumumkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki tentang pemalsuan laporan selama masa konstruksi. Laporan pengujian beton telah dipalsukan untuk menyembunyikan hasil yang menunjukkan beberapa bagian beton tidak memenuhi spesifikasi.
Pejabat DIA tetap ngotot bahwa runway memenuhi spesifikasi. Pernyataan berdasarkan hasil pengujian yang menunjukkan bahwa meskipun beberapa bagian runway berada di bawah standar, tapi masih memenuhi spesifikasi FAA. Akhirnya 3B dibayar untuk area-area yang di bawah standar tersebut dengan harga yang lebih rendah daripada bagian runway yang lebih kuat.
Kasus Beton di Denver International Airport hanyalah salah satu contoh masalah etika yang dihadapi oleh para insinyur dalam praktek profesional mereka. Kasus etika bisa saja lebih jauh melampaui isu keselamatan publik, dan dapat melibatkan penyuapan, kecurangan, keadilan, kejujuran dalam riset dan pengujian, serta konflik kepentingan.

Beberapa kasus terkenal yang mendapat perhatian besar dari beberapa media beberapa tahun terakhir ini menyebabkan para insinyur meningkatkan kepekaan mereka terhadap tanggung jawab profesionalnya. Kasus-kasus ini membangkitkan kesadaran akan arti penting etika dalam profesi insinyur ketika para insinyur menyadari bahwa pekerjaan teknis mereka mempunyai dampak kesehatan dan keselamatan publik, dan di samping itu dapat pula mempengaruhi praktek bisnis maupun politik.

Inilah alasan mengapa insinyur harus membekali dirinya dengan pengetahuan mengenai etika. Etika enjiniring adalah studi tentang keputusan moral yang harus dibuat oleh insinyur dalam praktek enjiniringnya. Dengan memahami etika enjiniring dan menerapkannya, insinyur akan berjalan dalam koridor aturan dan standar yang mengatur peran profesionalnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Video Anda

Asosiasi

Asosiasi
Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia