Sabtu, 11 April 2015

ERO Concrete Recycling Robot


ERO merupakan robot daur ulang yang dirancang untuk membongkar struktur beton tanpa menimbulkan limbah dan debu, serta mampu melakukan pemisahan dan mendaur ulang kembali material bongkaran untuk digunakan sebagai bahan bangunan baru. Dengan memanfaatkan teknologi 'hydro-demolition', robot ini mampu memecahkan dan menghancurkan permukaan beton, juga dapat memisahkannya, kemudian membersihkan dari debu sehingga lebih bersih, dan kemudian mengemasnya untuk selanjutnya diproses kembali menjadi bahan bangunan baru.

Robot ERO merupakan karya fenomenal hasil rancangan seorang mahasiswa dari Umea Institute of Design di Swedia, Omer Haciomeroglu. Dengan konsep menyilangkan sistem kerja antara mesin penyedot debu dan mesin konstruksi, ERO mampu membongkar struktur beton bertulang, serta mendaur ulangnya kembali, di mana material bongkaran, baik limbah beton maupun besi tulangan dapat digunakan kembali menjadi material bangunan beton prefabrikasi untuk membangun bangunan baru.

Minggu, 29 Maret 2015

ANTISIPASI DAMPAK PROYEK BANGUNAN TERHADAP LINGKUNGAN

Proyek bangunan seringkali berdampak cukup kompleks pada lingkungan di sekitarnya. Agar setiap aktivitas pembangunan tidak terjadi perusakan lingkungan, maka kegiatan proyek hendaknya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Antara lain :
  1. Kegiatan yang direncanakan disesuaikan dengan ketentuan yang telah dibuat oleh instansi pemerintah terkait.
  2. Dampak kelestarian hubungan ekosistem yang serasi dan seimbang antara manusia dan lingkungannya.
  3. Evaluasi penanganan dampak lingkungan yang memberikan gambaran bagi upaya pemecahan masalah yang mungkin timbul akibat kegiatan proyek.
Adapun hasil evaluasi penanganan dampak lingkungan dimaksudkan untuk :
  1. Memberitahu seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan akibat kegiatan proyek yang direncanakan.
  2. Memberi masukan mengenai cara-cara terbaik untuk memperkecil pengaruh dampak lingkungan, seandainya memang sukar untuk dihindari.
  3. Membuat langkah-langkah pemcegahan sedini mungkin
Selanjutnya, hasil evaluasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan acuan dalam melakukan tahapan operasional dan pengelolaan kegiatan proyek.

Sabtu, 25 Oktober 2014

ALAT PEMADAT TANAH

Pemilihan alat pemadatan tanah disesuaikan dengan kepadatan yang akan dicapai. Pada pelaksanaan di lapangan, tenaga pemadatan diukur dalam jumlah lintasan alat pemadat dan berat alat pemadat itu sendiri. Alat pemadat maupun tanah yang akan dipadatkan bermacam-macam jenisnya, oleh sebab itu pemilihan alat pemadat harus disesuaikan dengan jenis tanah yang akan dipadatkan agar tujuan pemadatan tercapai. 

Peralatan yang digunakan sehubungan dengan pekerjaan pemadatan tanah umumnya ada dua jenis, yaitu yang dilaksanakan secara mekanis dan yang dilaksanakan secara manual. Peralatan mekanis digerakkan oleh tenaga mesin sehingga pekerjaan pemadatan dapat dilaksanakan secara lebih cepat dan lebih baik. Adapun jenis-jenis peralatan yang umum digunakan antara lain adalah penggilas getar (vibration roller) yang mempunyai efisiensi pemadatan yang sangat baik. 


Lalu, penggilas besi berpemukaan halus (smooth steel roller) dengan silinder baja yang berpemukaan rata (halus). Alat ini cocok digunakan untuk pekerjaan penggilasan akhir pada tanah pasir atau lempung. Penggilasan dengan memakai alat tipe ini tidak dianjurkan untuk pekerjaan yang mengharuskan tingkat pemadatan yang tinggi pada lapisan yang tebal.

Adapun tipe alat ini di antaranya adalah three wheel roller yang sering disebut penggilas Mac Adam, karena jenis ini sering digunakan dalam usaha-usaha pemadatan material berbutir kasar. Pemadat ini mempunyai 3 buah roda silinder baja dan untuk menambah bobot pemadat jenis ini, roda silinder dapat diisi dengan air atau pasir. Pada umumnya berat penggilas ini berkisar antara 6 dan 12 ton.

Tipe lain adalah tandem roller. Penggunaan alat ini umumnya bertujuan mendapatkan permukaan yang agak halus. Alat ini mempunyai 2 buah roda silinder baja dengan bobot 8 s/d 14 ton dan penambahan bobot dapat dilakukan dengan menambahkan air.

Lalu tipe pneumatic tired roller (PTR). Roda-roda penggilas ini terdiri atas roda-roda ban karet. Susunan roda muka dan belakang berselang-seling sehingga bagian dari roda yang tidak tergilas oleh roda bagian muka akan tergilas oleh roda bagian belakang. Tekanan yang diberikan oleh roda terhadap permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. PRT ini cocok digunakan untuk pekerjaan penggilasan bahan granular.

Sedangkan jenis peralatan manual digerakkan dengan tenaga manusia atau hewan, sehingga pekerjaan pemadatan dilaksanakan secara lebih lambat dan hasil pemadatannya kurang memuaskan, tetapi sangat berguna untuk pelaksanaan pemadatan di daerah terpencil atau perdesaan  karena sulit untuk mendatangkan peralatan pemadat mekanis ke sana dan biaya yang mahal.

Minggu, 12 Oktober 2014

GIANT SEA WALL JAKARTA

Satu solusi jitu yang tengah dipersiapkan pemerintah guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang mengepung Jakarta yaitu dengan pembuatan tanggul di pantai utara Jakarta, tepatnya di teluk Jakarta yang dikenal dengan sebutan Giant Sea Wall. Di mana tanggul ini nantinya akan membendung teluk Jakarta sehingga air laut tidak terhubung langsung dengan pantai utara Jakarta.


Dengan adanya bendungan dan waduk yang terbentuk, maka air dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta akan tertampung sementara di danau buatan itu. Genangan air akibat banjir saat curah hujan tinggi dapat dikurangi karena air yang mengalir ke sungai dapat segera menuju utara dan kemudian dipompa ke laut. Selain itu, genangan air tawar di danau itu akan dapat digunakan sebagai bahan baku pengolahan air bersih. 

Tanggul yang berupa pulau-pulau kecil, nantinya akan menjadi area baru bagi perkembangan kota Jakarta. Selain untuk area komersil seperti kantor dan hiburan, juga sebagian menjadi area perumahan. Dan di atas tanggul itu akan melintas jalan tol Jakarta Outer Ring Road yang tersambung ke jaringan jalan tol yang sudah ada sebelumnya. Dengan begitu, kemacetan yang kerap terjadi diharapkan bisa dikurangi.

Minggu, 05 Oktober 2014

BADAN ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA KONSTRUKSI INDONESIA

Pada tanggal 19 Agustus 2014, Kementrian Pekerjaan Umum mendeklarasikan berdirinya Badan Arbitrase Dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi Indonesia (BADAPSKI). Badan ini dibentuk oleh pemerintah untuk menangani permasalahan atau sengketa yang terjadi di sektor konstruksi, seperti masalah sengketa kontrak konstruksi antara kontraktor dan pihak lain dalam menjalankan suatu proyek pembangunan.


Seiring dengan banyak terjadinya sengketa atau perselisihan terkait kontrak pekerjaan konstruksi, maka akan lebih baik diselesaikan melalui badan ini, dibandingkan lewat pengadilan. Menunggu hasil final untuk menyelesaikan sengketa konstruksi di pengadilan harus menunggu dalam waktu yang cukup panjang, sehingga berpotensi proyek konstruksi yang disengketakan akan terbengkalai. Selain itu, pengeluaran untuk biaya konsultasi hukum juga sulit dipertanggungjawabkan dan tidak dapat dibukukan sebagai biaya proyek.

Jika sengketa diselesaikan melalui BADAPSKI, prosesnya lebih cepat, karena unsur di badan ini adalah orang-orang yang paham dalam bidang konstruksi. Badan sengketa ini memberikan pilihan untuk menyelesaikan sengketa konstruksi melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa dalam bentuk Dewan Sengketa. Di mana, dalam menangani suatu permasalahan dalam pembangunan konstruksi, badan ini akan memberikan keputusan yang adil.

Video Anda

Asosiasi

Asosiasi
Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia