Tampilkan postingan dengan label bahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Januari 2016

Thrucrete | Beton Berpori

Kurangnya ruang terbuka hijau serta daerah resapan air dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar saat musim hujan tiba dan bencana banjir mulai melanda. Terbatasnya lahan menjadi salah satu penyebab mengapa ruang terbuka hijau sulit sekali ditemukan, khususnya pada daerah perkotaan. Karena itu, pembangunan infrastruktur dinilai membutuhkan sebuah inovasi serta teknologi baru sekaligus memberikan sebuah solusi. Menyikapi hal tersebut, Holcim Indonesia melalui anak perusahaanya memperkenalkan sebuah inovasi serta solusi beton berpori ramah lingkungan yang diberi nama Thrucrete.

Holcim Thrucrete ini merupakan salah satu inovasi perkerasan beton berpori yang ramah terhadap lingkungan, karena dapat mencegah terbentuknya genangan air di area beton ketika tengah terjadi hujan. Beton tersebut memungkinkan air yang mengalir terserap melalui rongga beton, untuk selanjutnya dapat diserap oleh tanah. Aplikasi Thrucrete ini sudah diterapkan pada jalur pejalan kaki di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan serta di landasan pacu Bandara Juanda, Surabaya pada bahu area taxiway seluas 3500 m2.


Berbeda dengan sifat beton biasa yang kedap air serta memiliki rongga sebesar 2% saja, Thrucrete sendiri dapat menampung air 66 liter/m2. Setara dengan hujan lebat berintensitas 20mm/jam. Dalam menyerap air, rongga udara yang ada di beton Thrucrete berfungsi sebagai penyimpan air sementara sebelum turun dan diserap oleh tanah. Dari air yang jatuh, sekitar 95% air akan terserap oleh Thrucrete, dan 5% air terbuang ke parit.

Waktu pengerjaan beton jenis ini, pada umumnya relatif sama dengan pembuatan beton biasa. Perbedaanya terletak pada metode serta komposisi beton. Dari segi pemeliharaannya sendiri, Thrucrete cukup disemprotkan dengan air agar rongga-rongga yang tertutup debu dapat dibersihkan sehingga tidak terjadi block pada area rongga beton.

Minggu, 19 Juli 2015

Self Compacting Concrete (SCC)

Beton merupakan material yang terdiri dari campuran semen, agregat kasar, agregat halus, air, dan bahan tambahan (admixture) bila diperlukan. Umumnya beton yang banyak digunakan dalam proses konstruksi adalah beton normal. Selain proses pembuatannya yang relatif mudah, beton normal juga dinilai lebih ekonomis. Namun, tidak jarang dalam proses pengecoran beton normal sering mengalami kendala yang diakibatkan oleh terlalu rapatnya jarak antar tulangan. Akibatnya terjadi pemisahan (segregasi) antara agregat halus, semen, dan air dengan agregat kasar. Oleh karena itu, dalam perjalanannya beton normal terus mengalami perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi yang ada. Salah satunya dikembangkan beton jenis Self Compacting Concrete (SCC).


Beton dapat dikategorikan sebagai SCC apabila beton tersebut memiliki sifat-sifat tertentu, diantaranya memiliki nilai slump yang tinggi, berkisar antara 500 - 700 mm (Nagataki dan Fujiwara 1995). Akibatnya, SCC memiliki flowability yang tinggi, mampu mengalir memenuhi bekisting dan mencapai kepadatan tertingginya sendiri. Sehingga lebih kedap, porositasnya lebih kecil, susutnya lebih rendah, dalam jangka panjang strukturnya lebih awet (durable), tampilan permukaan betonnya lebih baik dan halus, sehingga nilai estetis bangunan menjadi lebih tinggi.  Kuat tekan betonnya bisa dibuat untuk mutu tinggi atau sangat tinggi.

Pengembangan SCC di Indonesia masih terbatas pada metode uji coba mix design. Berbeda dari beton normal pada umumnya, komposisi semen yang dibutuhkan pada mix design SCC lebih banyak jika dibandingkan dengan komposisi semen pada beton normal (Okamura dan Ouchi 2003). Hal inilah yang juga sering dijadikan penelitian untuk menemukan bahan tambahan pengganti semen yang sesuai dengan sifat dan karakteristik semen itu sendiri.

Rabu, 03 September 2014

CAT PEREDAM PANAS

Kalau kita melihat rumah atau bangunan yang atapnya terbuat dari asbes, metal, atau beton, tentunya kita akan langsung menyimpulkan bahwa ruangan di bawah bangunan tersebut mendapatkan panas yang lebih. Panas tersebut berasal dari sinar ultraviolet matahari yang menyinari atap rumah atau bangunan tersebut. Kondisi ini pasti terjadi di negeri yang beriklim tropis seperti Indonesia ini yang biasanya mempunyai suhu udara yang tinggi, terutama ketika musim kemarau. Hal ini mengakibatkan penghuni rumah mau tidak mau harus memasang pendingin ruangan, seperti AC, kipas angin, blower, atau lainnya.


Sebenarnya, panas yang timbul akibat paparan sinar ultraviolet matahari yang menimpa rumah atau bangunan dapat dikurangi dengan menggunakan cat peredam panas. Fungsi utama cat pelapis peredam panas adalah menolak panas terik matahari pada permukaan bangunan sehingga bisa membantu menjaga suhu ruangan dalam bangunan. Dengan demikian, permukaan bangunannya menjadi lebih dingin. Fungsi lain yang dimiliki oleh cat peredam panas adalah menahan air hujan supaya tidak terjadi kebocoran atau rembesan. Selain itu, formula produk cat peredam panas tertentu mempunyai kemampuan untuk melapisi material-material berbahan dasar logam supaya terlindung dari karat.

Cat peredam panas dapat diaplikasikan pada berbagai material seperti dinding, atap metal, atap beton (dak), dan beberapa bagian bangunan yang berhadapan langsung dengan matahari. Jika suhu permukaan bangunan turun, maka panas yang diserap oleh atap atau dinding akan sedikit. Hawa panas yang masuk ke dalam bangunan akan berkurang. Penyerapan panas yang berkurang tersebut akan membantu AC supaya tidak bekerja terlalu berat untuk mendinginkan ruangan. Dengan demikian, cat peredam panas juga bisa menghemat pemakaian listrik AC.

Minggu, 31 Agustus 2014

SEMEN PCC RAMAH LINGKUNGAN


Dengan perkembangan industri semen saat ini, pabrikan semen telah mulai memproduksi berbagai tipe semen, dengan aplikasi penggunaan yang hampir mirip. Misalnya, produk Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe 1 dan Portland Composite Cement (PCC). 
Lantas apa yang membedakan kedua jenis semen tersebut, khususnya terkait standar maupun aplikasi atau peruntukannya?

Semen OPC Tipe 1 diproduksi berdasarkan SNI 15-2049-2004. Sedangkan mengenai penggunaannya cocok untuk berbagai macam aplikasi beton, di mana syarat-syarat khusus tidak diperlukan.
Sementara itu, untuk semen PCC diproduksi berdasarkan SNI 15-7064-2004. Semen tipe ini pada dasarnya merupakan Semen Portland yang dicampur dengan aditif bersifat cementitious. Untuk bahan campuran PCC di Indonesia pada saat ini sebagian besar menggunakan abu terbang dan bahan-bahan cementitious lainnya (dalam jumlah yang lebih kecil), dengan porsi semen portland berkisar 80-85 persen. Dengan komposisi PCC tersebut, dapat dikategorikan sebagai suatu variant semen yang mendukung produksi beton ke arah yang lebih ramah lingkungan (mengurangi gas CO2 ke udara), karena mengurangi energi bahan bakar (batubara) dan bahan baku dengan optimalisasi penggunaan klinker (terak).

Semen PCC memiliki kualitas yang bagus. Selain dikenal lebih ramah lingkungan, kualitas semen ini setara dengan Semen Tipe 1, namun sedikit perbedaan dalam karakteristiknya. Kuat tekan Semen Tipe 1 akan sedikit lebih tinggi di umur awal (kurang dari 1 tahun) dan kuat tekan PCC akan lebih tinggi di umur panjang (lebih dari 1 tahun). Keunggulan lainnya adalah PCC lebih mudah dalam pengerjaanya (workability), suhu beton (panas hidrasi) lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap serangan sulfat, lebih kedap air, dan permukaan lebih halus.

Untuk bangunan biasa dengan jumlah lantai tidak terlalu tinggi, direkomendasikan penggunaan semen PCC pada pasangan dan plesteran dinding bata, sedangkan untuk kolom, balok, dan lantai beton sebaiknya menggunakan Semen Tipe 1. 
Dengan penggunaan semen jenis PCC, berarti telah menghemat sumber daya alam dan energi, sehingga lebih ramah lingkungan.


Sabtu, 09 November 2013

CAT EKSTERIOR

Bagaikan wajah, dinding luar sebagai fasad rumah adalah bagian yang pertama kali terlihat oleh siapa pun. Karenanya, keindahan tampilan dinding luar perlu diperhatikan. Gunakan cat eksterior yang berkualitas agar terhindar dari berbagai masalah yang bisa mengurangi keindahannya. Berikut beberapa masalah pada dinding luar.

Cat memudar

Paparan sinar matahari secara terus menerus bisa menyebabkan pudarnya warna cat dinding luar. Jika dibiarkan, warna yang pudar bisa mangurangi kecantikan 'wajah' rumah Anda. Terlalu sering terkena gesekan atau intensitas penggunaan ruang yang tinggi pun jadi salah satu penyebab warna cat mudah pudar. Masalah cat memudar juga seringkali disebabkan oleh kualitas cat yang rendah atau penggunaan cat yang bukan khusus untuk eksterior. Karena itu gunakan cat khusus untuk eksterior yang tahan terhadap paparan sinar matahari dan memiliki teknologi yang menjaga kualitas warna senantiasa cerah.

Jamur dan Lumut

Jamur dan lumut pada dinding luar disebabkan oleh kondisi dinding yang lembab akibat hujan dan kebocoran, atau proses pengacian yang belum kering benar. Melakukan proses pengecatan yang benar sesuai panduan, memperbaiki retakan pada dinding dan menggunakan cat yang mengandung anti jamur dan lumut untuk area eksterior bisa menjadi solusi. 

Cat mengelupas

Dinding yang lembab karena hujan dan kebocoran, atau kondisi dinding yang belum kering saat dicat bisa menjadi penyebab masalah cat mengelupas. Pun bisa karena debu, kotoran dan minyak yang menenpel di dinding saat pengecatan, sehingga mengurangi daya rekat cat pada permukaan dinding. Masalah cat eksterior yang mengelupas juga sering ditemui pada rumah yang sering terkena hujan kering. Hal ini mempercepat rusaknya cat sehingga tampilan eksterior rumah menjadi tidak sedap dilihat. Masalah ini dapat ditangulangi dengan aplikasi cat dasar khusus untuk eksterior yang bisa menambah daya rekat cat dan mencegah terjadinya belang pada warna dinding. Penggunaan cat dasar khusus eksterior juga akan membuat cat dinding tahan lebih lama dibandingkan yang tidak menggunakan cat dasar. Pilih cat yang tahan terhadap air hujan dan memiliki daya rekat yang tinggi untuk terhindar dari masalah ini.

Rabu, 30 Oktober 2013

MATERIAL BATU ALAM

Batu alam memiliki banyak macam dengan kelebihan dan kekurangannya. Dalam pemilihan material batu alam harus mengetahui karakternya, karena belum tentu batu jenis tertentu cocok untuk struktur bangunan tertentu. Misalnya batu candi, tentu tidak cocok bila digunakan untuk lantai, apalagi pondasi. Batu candi memiliki pori-pori dan warna yang khas, sehingga hanya cocok untuk dekorasi dinding dalam dan luar ruangan. Batu candi memiliki sifat getas atau mudah patah.
Selain batu candi, bebatuan lain yang termasuk dalam keluarga batu alam meliputi, batu andesit, batu kali, batu paras, batu palimanan, batu koral sikat, granit dan marmer. Batuan alam tersebut memiliki karakter masing-masing, contohnya batu andesit yang memiliki karakter sangat keras sehingga sulit dipotong, batu ini cocok untuk lantai dan dinding, karena tak mudah muncul lumut.
Karakter batu paras lain lagi. Batu jenis ini cukup lunak, berwarna kekuningan dan bisa ditatah atau dibentuk relief, bahkan bisa dibuat bentuk tiga dimensi. Batu ini cocok untuk hiasan ruangan dan taman. Batu palimanan pun memiliki karakter yang unik dan tekstur warna yang menarik. Biasanya batu palimanan sering digunakan untuk dinding.
Penggunaan material batu alam memberikan nuansa natural. Material batu bisa dipadukan dengan tanaman tropis, seperti pisang-pisangan, bambu, rumput gajah, dan palm atau tanaman yang lebih besar lagi, yakni serut, untuk memberikan nuansa tropis.

Minggu, 28 Juli 2013

SEMEN INSTANT

Semen, inilah material yang banyak digunakan untuk perekat dan penguat bangunan sehingga bisa berdiri kokoh. Semen terbuat dari berbagai bahan, antara lain batu kapur yang kaya kalsium karbonat dan tanah lempung yang banyak mengandung silica.

Kehidupan modern yang menuntut efisiensi dan efektifitas melahirkan produk semen instan. Semen instan adalah campuran semen sebagai bahan pengikat, agregat berupa pasir, dan bahan aditif yang tidak terdapat pada semen konvensional. Zat aditif seperti metal cellulose berfungsi untuk menguatkan daya rekat, menambah fleksibilitas, dan kedap air. Dengan demikian aplikasi bisa sangat tipis.

Semen instan saat ini sudah tersedia sesuai penggunaan, seperti untuk plesteran, acian, pasangan bata ringan, pasangan bata merah, pasangan keramik, perata lantai, pengisi naat keramik, dan lain-lain. Konsumen tinggal memilih sesuai kebutuhan. Pemakaian cukup dicampur air. Praktis, efisien, rapi, dan tidak perlu banyak tukang.

Rabu, 24 Juli 2013

LED, SISTEM TEKNOLOGI PENCAHAYAAN MASA DEPAN

Di dunia pencahayaan, teknologi LED semakin popular akhir-akhir ini, bahkan dinyatakan sebagai system teknologi pencahayaan masa depan. Dengan munculnya LED, telah menggantikan system pencahayaan lama, seperti lampu pijar tradisional, lampu neon, dan lampu halogen. LED yang didesain untuk ruang dalam dan luar ini, memiliki teknologi yang efisien, hemat energy, ramah lingkungan, bersifat dingin, serta suhu dan pencahayaan dapat dengan mudah diatur. Sehingga bagi dunia teknik pencahayaan, LED disebut sebagai system pencahayaan pintar.

LED (Light Emitting Diode), adalah salah satu komponen elektronika yang terbuat dari bahan semi konduktor jenis diode yang mampu mengeluarkan cahaya. Hal yang menarik dari penggunaan system teknologi pencahayaan ini pada suatu ruang, dapat langsung dirasakan adanya pancaran gelombang kedua dan ketiga yang mengubah suhu warna, mengubah suasana ruang, mampu mengintegrasikan fungsi, seperti WiFi dan system alarm, karena benda-benda berteknologi ini dapat mendeteksi kehadiran pancaran cahaya dari LED.

Pencahayaan LED dihadirkan dalam LED putih dan warna, di mana LED warna ini sudah mengambil alih pasar pencahayaan luar, seperti lampu lalu lintas, lampu ekor otomotif, lampu reklame pertokoan, serta aplikasi desain khusus lainnya. Sedangkan untuk LED putih meskipun desainnya muncul enam tahun lebih awal dari LED warna, para ahli di bidang pencahayaan LED belum bisa menghasilkan LED putih dengan energy yang efisien dan tahan lama. Sehingga pemakaiannya sangat mahal. Namun begitu, para ahli terus bekerja keras untuk menghasilkan LED putih yang dapat digunakan sebagai system pencahayaan sehari-hari yang efisien dan tahan lama. Pada tahun ini, penelitian mulai menunjukkan hasil yang diharapkan.

Minggu, 26 Mei 2013

INTEGRAL WATERPROOFING BETON

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang paling banyak digunakan untuk berbagai fungsi, seperti basement, perumahan, jembatan, jalan hingga terowongan. Meskipun keras dan padat, namun bahan beton yang berpori membuatnya sangat rentan terhadap kerusakan yang berasal dari penetrasi air dan zat kimia. Itu sebabnya beton memerlukan system waterproofing, salah satunya adalah Integral Waterproofing.
Sistem integral bekerja dalam matriks struktur beton, memberikan kualitas tahan air pada beton itu sendiri.
Ada dua jenis system integral waterproofing yang utama, yaitu  :
  1. system hidrofilik, menggunakan teknologi kristalisasi yang menggantikan air dalam beton dengan kristal larut,
  2. system hidrofobik, menggunakan asam lemak untuk memblokir pori-pori dalam beton, dan mencegah masuknya air.
Integral waterproofing menawarkan sejumlah keunggulam dibandingkan waterproofing coating dan membrane. Sebagai contoh, integral waterproofing tidak akan mengelupas, membusuk atau aus. Oleh sebab itulah, di dalam dunia konstruksi, integral waterproofing dapat menjadi solusi yang jauh lebih baik dengan beberapa kelebihan, seperti :
  1. konstruksi yang lebih cepat,
  2. mengurangi biaya,
  3. mengurangi risiko dengan garansi kinerja,
  4. pembangunan lebih hijau, serta
  5. efisien dalam pembiayaan. 
Akan tetapi di balik kelebihan yang dimiliki, ternyata menyimpan beberapa kelemahan, meskipun tidak dominan. Misalnya : 
  1. span akan retak lebih besar dari setengah millimeter,
  2. sendi, penetrasi dan transisi akan memerlukan perhatian.

Jumat, 12 April 2013

BETON RINGAN

Untuk tujuan-tujuan khusus, seringkali dipakai beton ringan. Beton ringan adalah beton yang mengandung agregat ringan, dan mempunyai berat satuan tidak lebih dari 1900 kg/m3.
Terdapat berbagai macam agregat ringan. Beberapa agregat yang belum diproses seperti batu apung atau arang cocok dipakai sebagai beton ringan non struktural. Tetapi untuk beton ringan yang bersifat struktural, dipakai agregat yang telah diproses karena material tersebut dapat terkontrol.


Beton ringan dibedakan dalam 3 (tiga) kelompok;
  1. Beton ringan dengan berat jenis rendah, yang terutama dipakai sebagai penyekat, dengan berat jenis kurang dari 800 kg/m3.
  2. Beton ringan berkekuatan menengah, dengan berat jenis berkisar antara 950 - 1350 kg/m3, yang terutama dipakai sebagai pengisi, misalnya pada panel-panel lantai baja berukuran ringan.
  3. Beton ringan struktural, dengan berat jenis berkisar antara 1400 - 1900 kg/m3, dan kekuatan tekan yang sama besarnya dengan kekuatan beton biasa.
Pengguaan yang terakhir ini dikenal sebagai beton struktur beragregat ringan dan didefinisikan sebagai beton yang pada usia 28 hari mempunyai kekuatan tekan lebih besar dari 175 kg/cm2, dan berat satuannya pada kondisi udara kering tidak melampaui 1800 kg/m3. 

Kekuatan tekan rencana biasanya berkisar antara 200 - 300 kg/cm2, tetapi kekuatan yang lebih besar dapat diperoleh dengan membuat proposi campuran yang sesuai. Kekuatan ini dapat dipakai pada semua elemen struktur, untuk konstruksi yang dicor di tempat, di cor di pabrik, atau konstruksi beton prategang. Karena diperlukan pengendalian yang lebih ketat dan lebih seksama untuk memproduksi struktur beton ringan, akan lebih mudah diproduksi secara pracetak, maka penggunaannya secara khusus lebih meluas pada konstruksi-konstruksi pracetak dan prategang.

Rabu, 03 April 2013

PASIR SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI

Material konstruksi yang satu ini sudah tidak asing lagi. Para pelaku maupun non pelaku konstruksi pasti sudah mengenal material konstruksi bernama pasir. Namun ternyata pasir mempunyai berbagai jenis dan setiap jenis mempunyai fungsi dan kegunaannya masing-masing. Jika salah mengaplikasikannya maka akan berpengaruh pada kekuatan suatu konstruksi. Lebih fatal lagi jika kesalahan aplikasi pada struktur bangunan. Dalam dunia konstruksi, pasir merupakan material utama yang digunakan pada hampir setiap konstruksi bangunan, dari mulai struktur hingga non struktur.

Pasir digunakan sebagai ;
  1. Material urugan/pasir urug, yaitu pasir urug bawah pondasi, pasir urug bawah lantai, pasir urug di bawah pasangan paving block.
  2. Material mortar atau spesi/pasir pasangan, yaitu digunakan sebagai adukan untuk lantai kerja, pasangan pondasi batu kali, pasangan dinding bata, spesi untuk pemasangan keramik lantai dan keramik dinding, spesi untuk pasangan batu alam, plesteran dinding.
  3. Material campuran beton/pasir cor, yaitu untuk campuran beton bertulang maupun tidak bertulang, bisa kita jumpai dalam struktur pondasi beton bertulang, sloof, lantai, kolom, plat lantai, cor dak, ring balok, dan lain-lain.
Di samping itu masih banyak penggunaan pasir dalam bahan bangunan yang dipergunakan sebagai bahan campuran untuk pembuatan material cetak, seperti pembuatan paving block, kansteen, batako, dan lainnya.

Berdasarkan asal-usulnya, pasir dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu 
  1. Pasir Alam, yaitu pasir yang bersumber dari gunung, sungai, pasir laut, bekas rawa, dan dari pasir galian. 
  2. Pasir Pabrikasi, yaitu pasir yang didapat dari penggilingan bebatuan yang kemudian diolah dan disaring sesuai dengan ukuran maksimum dan minimum agregat halus.
Pada prinsipnya semua pasir dari sumber manapun harus dilakukan pengolahan sebelum diaplikasikan sebagai material konstruksi. Pasir harus dicuci dari kotoran dan harus dilakukan penyaringan sesuai dengan gradasi yang disyaratkan. Terutama pasir yang diambil dari alam, harus benar-benar dicuci untuk menghilangkan kandungan organik yang terkandung di dalam pasir tersebut.

Minggu, 31 Maret 2013

GEOFOAM TECHNOLOGY

Inovasi teknologi terutama yang terkait dengan bidang konstruksi terus berjalan dan berkembang sangat pesat. Kecepatan dan ketepatan menjadi focus utama dalam inovasi, karena akan sangat terkait dengan kualitas dan biaya dalam setiap pekerjaan. Salah satu inovasi metode teknologi untuk bidang konstruksi adalah dengan menggunakan Styrofoam. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan proyek, baik untuk skala kecil maupun besar.

Seperti diketahui Styrofoam adalah bahan yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan dari kita mengenalnya sebagai bahan untuk pengepakan (packaging) serta untuk dekorasi. Sebagian juga memandangnya sebagai limbah yang semakin hari semakin menjadi masalah lingkungan yang berat, karena Styrofoam ini tidak membusuk, sehingga timbunan sampah Styrofoam akan terus bertambah apabila tidak didaur ulang (recycling) secara professional.

Istilah Styrofoam ini sebenarnya adalah merek dagang milik Dow Chemical Corp dari Amerika Serikat, atau dikenal dengan nama umum EPS (Expanded Polystyrene). Untungnya, dengan berkembangnya penelitian, penggunaan EPS sudah jauh lebih berwawasan dan bertanggung jawab.
Salah satu contoh penggunaan baru EPS yang popular adalah untuk bahan panel bangunan sebagai penahan suhu dan suara, yang juga lebih tahan gempa. Produk-produk panel bangunan dengan menggunakan EPS sudah mulai diproduksi dan dipasarkan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, dan sudah mulai mendapat sambutan baik dari pengembang property, konsultan, kontraktor, maupun pemilik bangunan.

Contoh penggunaan EPS yang baru lagi adalah Geofoam untuk solusi geoteknik, yakni EPS yang didesain khusus dengan fungsi sebagai pengisi tanah atau material konstruksi lainnya. Sebenarnya solusi Geofoam ini telah digunakan di mancanegara lebih dari 30 tahun lalu. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Geofoam baru merupakan suatu tren inovasi geoteknik. Karena manfaat dan keunggulannya yang sangat jelas, dalam waktu dekat teknologi Geofoam ini diperkirakan akan mendominasi dan menggantikan metode geoteknik konvensional.
Beberapa contoh penggunaan Geofoam yaitu untuk pengganti urugan tanah untuk pembuatan jalan, dinding penahan tanah (retaining wall), serta peninggian elevasi lantai.

Keuntungan-keuntungan penggunaan Geofoam, yaitu ;
  1. Sangat ringan (berat jenisnya  sekitar 10 persen dari tanah urugan) sehingga mengurangi dan memperlambat penurunan tanah secara signifikan.
  2. Di samping itu, kekuatan kompresi yang tinggi, sehingga dapat digunakan untuk keperluan konstruksi berat, tahan lama dan umur pemakaian yang sangat panjang, tidak teroksidasi oleh udara, air, maupun elemen alam lainnya, tahan rayap, serta hemat waktu yang tentunya sama dengan hemat biaya.
  3. Balok EPS yang sangat ringan sehingga mengurangi kendala logistic, efisiensi peralatan dan tenaga kerja, mudah dibentuk dan dipasang, instalasi tidak tertunda oleh kondisi cuaca.
EPS untuk aplikasi Geofoam adalah EPS yang diproduksi sesuai standar-standar teknis internasional, misalnya ASTM 6817 untuk kekuatan kompresi dan ASTM C578 untuk performa thermal.

Jumat, 08 Maret 2013

BANTALAN KARET PEREDAM GEMPA

Indonesia sebagai wilayah yang rawan terhadap risiko gempa sudah selayaknya peduli dengan upaya pencegahan banyaknya korban yang jatuh akibat gempa. Pada dasarnya gempa bukan sesuatu yang mematikan, namun runtuhnya fasilitas infrastruktur akibat gempa tersebut yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Untuk itu sudah selayaknya jika setiap infrastruktur baik bangunan gedung maupun yang lainnya difasilitasi alat peredam guncangan.


Salah satu bahan yang banyak digunakan adalah bantalan karet. Indonesia mempunyai teknologi pembuatan bantalan tahan gempa yang digunakan untuk rumah tinggal maupun gedung bertingkat serta jembatan. Bantalan yang digunakan terbuat dari kombinasi lempengan karet alam dan lempengan baja. Bantalan tersebut dipasang di setiap kolom, yaitu di antara pondasi dan bangunan.

Karet alam berfungsi untuk mengurangi getaran akibat gempa bumi, sedangkan lempengan baja digunakan untuk menambah kekakuan bantalan karet, sehingga penurunan bangunan saat bertumpu di atas bantalan karet tidak besar.

Minggu, 13 Januari 2013

PLUMBING

Sistem plumbing (instalasi perpipaan dalam bangunan), secara garis besar dibagi tiga kelompok, yaitu instalasi air bersih, air buangan, dan air hujan. Instalasi air bersih umumnya untuk menyuplai air ke kamar mandi, dapur, tempat pencucian, dll. Instalasi air buangan adalah instalasi air pembuangan air kotor dari kamar mandi, dapur, dan tempat pencucian. Sementara instalasi air hujan hanya untuk laluan air hujan.


Jenis-jenis pipa yang biasa digunakan dalam sistem plumbing, secara garis besar ada dua kelompok, yaitu :
  1. Pipa logam, yaitu pipa besi, pipa galvanis, dan pipa tembaga.
  2. Pipa plastik, yang terdiri dari pipa PVC (Polyvinyl Chloride), pipa PE (Polyethylene), dan pipa PP (Polyprophylene) untuk air panas.
Komponen plumbing dibagi menjadi tiga bagian, yaitu 
  1. Pipa sebagai komponen pokok dari sistem perpipan.
  2. Fitting atau komponen penyambung, yang terdiri dari socket, reducer, tee, elbow, dll.
  3. Asesoris atau komponen pelengkap tambahan, seperti valve, keran air, shower, dll.
Terdapat dua jenis model instalasi pipa air bersih  pada bangunan, sistem tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup atau sistem memutar (loop), yaitu ujung pipa akhir menyambung lagi dengan ujung pipa awal. Sistem ini memiliki tekanan air yang rata di pipa keluaran airnya. Perlu banyak pipa yang digunakan untuk sistem ini, sehingga biayanya lebih mahal. Sementara itu sistem terbuka yang kedua ujung pipanya tidak menyambung, keluaran air di bagian ujungnya akan bertekanan rendah. Keuntungannya yaitu pada penggunaan pipa yang sedikit, sehingga biayanya lebih murah.

Rabu, 09 Januari 2013

ATAP KACA

Material kaca umumnya digunakan untuk jendela dan pintu. Ketika teknologi kaca semakin berkembang, aplikasinya pun melebar hingga ke elemen dinding, lantai hingga atap. Atap kaca merupakan jalan tengah bagi ruangan yang ingin terlindung dari hujan, namun masih tetap bisa merasakan terpaan sinar matahari. Suasana yang hadir di bawahnya pun terasa seperti di luar ruangan. Aplikasi material kaca di luar ruangan ada yang sekedar atap kanopi hingga konservatori.

Material kaca yang digunakan untuk atap tentunya berbeda dengan yang digunakan untuk jendela. Atap kaca menggunakan jenis kaca tempered dan laminated. Kaca tempered merupakan kaca biasa yang dipanaskan dalam temperatur hingga 700 derajat C, kemudian didinginkan mendadak dengan menyemprotkan udara di kedua sisinya. Sementara itu kaca laminated dihasilkan melalui proses laminasi dengan menempelkan dua lembar kaca biasa menggunakan polyvinil butiran film. Dengan perekat tersebut, jika kaca pecah maka pecahannya masih menempel di film tersebut. Aplikasi kedua jenis kaca ini pada atap biasanya dengan menggunakan frame aluminium.

Atap kaca dapat diaplikasikan di berbagai ruang luar yang memiliki overhead. Aplikasi paling umum yaitu untuk kanopi. Kanopi kaca biasanya digunakan untuk melindungi ruang-ruang yang masih ingin dianggap sebagai area outdoor, misalnya carport dan area drop off. Ada juga jenis ruang-ruang fungsional di luar outdoor yang dapat menggunakan atap kaca. Misalnya teras, outdoor living room, outdoor kitchen, gazebo, pool house, selasar dan sebagainya.

Minggu, 18 November 2012

WATERPROOFING

Air kadang bisa menjadi "musuh" utama bangunan, terutama pada musim penghujan, atau pada area yang menyimpan air. Air kerap merepotkan kenyamanan penghuni, karena begitu sulitnya mencari sumber penyebab kebocoran. Pada atap atau dak bangunan, kerap terjadi kebocoran yang menahun. Konsekuensinya bangunan jadi terlihat kotor dan dapat menyebabkan kerusakan bangunan. Pada area yang menyimpan air, seperti bak kamar mandi atau kolam renang seringkali terjadi penyusutan volume air. Memberi lapisan waterproofing pada area-area tersebut akan mencegah terjadinya kebocoran. Jenis materialnya bisa disesuaikan kebutuhan, menggunakan jenis membran, coating, pasta logam, dan flashband.

Atap dan Dak

Aplikasi waterproofing pada atap dan dak dapat diklasifikasikan sebagai metode waterproofing eksterior. Untuk atap dan dak, sebaiknya aplikasi waterproofing dilakukan pada proses konstruksi. Untuk bagian atap, sistem coating paling umum digunakan. Menggunakan bahan polimer berbentuk bahan cat. Berbeda dengan dak yang memiliki karakter datar, sistem menbrane waterproofing cocok diterapkan. Waterproofing jenis membran terbuat dari bahan monomer kimia, etilene, propilena yang dicampur dengan bahan karet. Campuran ini akan membentuk senyawa yang kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca.

Wet Areas dan Tanking

Wet areas pada bangunan meliputi kamar mandi, dapur, dan kolam renang. Diperlukan penanganan waterproofing yang berbeda untuk tiap kebutuhan ruang. Sistem coating dan flashband addhisive merupakan pilihan terbaik untuk solusi pelindung rembesan air pada lantai dan dinding kamar mandi dan dapur. Untuk sistem pipa dan penampungan air, dapat disiasati dengan membeli tanki air berbahan dasar polyethylene murni, tanpa campuran atau komposisi daur ulang. Pastikan juga bahan dasarnya bersetifikat FDA (food grade), aman digunakan dan ramah lingkungan. Untuk perlindungan maksimal, lapisi area-area tersebut dengan waterproofing berteknologi hydrolock yang mudah diaplikasikan dan tahan lama.

Kamis, 15 November 2012

TREN LAMPU LED

LED (Light Emitting Diode) adalah sebuah chip semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika mengalirkan arus listrik. Lampu LED sangat fleksibel karena kemampuannya untuk mengeluarkan hampir semua spektrum cahaya, sehingga dipergunakan secara luas sebagai sumber cahaya untuk berbagai keperluan, seperti : lampu indicator, sinyal lalu lintas, dan saat ini LED dipergunakan sebagai lampu penerangan.

Meskipun lampu LED telah diketahui menghasilkan spektrum cahaya dan telah diproduksi sejak 1960-an, namun teknologi LED yang menghasilkan tingkat pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan penerangan, baru dikembangkan belum lama ini. Kecepatan inovasi dalam bidang pencahayaan LED, atau sering disebut SLL (Solid State Lighting), saat ini berkembang dengan luar biasa. Banyak produsen ternama yang turut mengembangkan lampu LED untuk kebutuhan penerangan.

Pengembangan lampu LED tentu saja bukan tanpa alasan, hanya saja saat ini lampu LED yang dijual di pasaran "terasa sangat mahal" harganya dibandingkan dengan lampu pijar atau lampu TL yang umum kita pakai di rumah. Namun, teknologi ini konon dapat menghemat energi hingga 80% dan masa pakainya yang lebih panjang, lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung merkuri dan tidak panas saat digunakan, sehingga lebih aman.

Tingkat kebutuhan pasar terhadap teknologi LED di Indonesia sendiri diperkirakan telah tumbuh 20% - 30% dalam setahun terakhir. Permintaan meningkat seiring penurunan harga dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk ramah lingkungan. Permintaan terus meningkat, terutama dari sektor periklanan, perhotelan, dan pusat perbelanjaan. LED juga diperkirakan akan segera menggantikan teknologi lampu konvensional, setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.

Minggu, 28 Oktober 2012

MATERIAL TAMBAHAN BETON

Pada umumnya material beton terdiri dari semen, air dan agregat (pasir dan kerikil) yang dicampur dan diaduk hingga merata. Perbandingan jumlah material beton akan berpengaruh pada kuat beton itu sendiri. Kuat beton biasanya diukur dengan cara ditekan pada umur beton 28 hari. Beton yang dibuat secara konvensional umumnya mempunyai kuat tekan antara 18 - 32 MPa dengan berat 2,4 ton/m3, disebut dengan beton normal. Sedangkan beton yang mempunyai kuat tekan di atas 35 MPa disebut dengan beton mutu tinggi.

Beton mutu tinggi umumnya didapat dengan cara menambahkan bahan additive dan admixture ke dalam adukan beton sebelum atau selama pengadukan untuk mengubah sifat beton sesuai dengan keinginan perencana. Penambahan additive dan admixture tersebut telah terbukti meningkatkan kinerja beton hampir di semua aspeknya, yaitu kekuatan, kemudahan pengerjaan, keawetan, dan kinerja-kinerja lainnya yang memenuhi tuntutan teknologi konstruksi modern.

Bahan additive dan admixture dapat dibedakan dalam 3 (tiga) jenis, yaitu :
  1. Air Entraining Agent (ASTM C260), yaitu bahan tambahan untuk meningkatkan kadar udara, agar beton tahan terhadap pembekuan dan pencucian, terutama untuk daerah salju.
  2. Chemical Admixture (ASTM C49 dan BS 5075), yaitu bahan kimia yang ditambahkan untuk mengendalikan waktu pengerasan (mempercepat atau memperlambat), mereduksi kebutuhan air, dan memudahkan pengerjaan beton.
  3. Mineral Admixture, yaitu bahan mineral yang dihaluskan dan ditambahkan untuk memperbaiki sifat beton agar mudah dikerjakan dan meningkatkan kekuatan dan keawetan beton.
Bahan tambahan lainnya (miscellanous admixture) adalah bahan tambahan yang tidak termasuk kategori yang disebutkan di atas, misalnya bahan tambahan jenis polimer, fiber mesh, bahan pencegah karat, bahan tambahan yang dapat mengembang, dan bahan tambahan untuk perekat / bonding admixture.

Rabu, 08 Agustus 2012

BETON MUTU SANGAT TINGGI

Sesuai dengan perkembangnan teknologi beton yang demikian pesat, ternyata kriteria mutu beton juga selalu berubah sesuai dengan kemajuan tingkat mutu yang berhasil dicapai.


Pada tahun 1950an, beton dengan kuat tekan 30 MPa sudah dikategorikan sebagai beton mutu tinggi. Pada tahun 1960an hingga awal 1970an, kriterianya lebih lazim menjadi 40 MPa.

Dr FX Supartono, seorang praktisi civil engineering mengatakan, saat ini yang disebut beton mutu tinggi untuk kuat tekan di atas 50 MPa, dan di atas 80 MPa sebagai beton mutu sangat tinggi. Sedangkan untuk di atas 120 MPa bisa dikategorikan sebagai beton bermutu ultra tinggi.


VHSC (very high strength concrete) atau beton mutu sangat tinggi memiliki kekuatan tekan jauh di atas 100 MPa setelah tujuh hari curing. Dengan beton mutu sangat tinggi, dimensi dari struktur dapat diperkecil, sehingga berat struktur menjadi lebih ringan, hal tersebut menyebabkan beban yang diterima pondasi secara keseluruhan menjadi lebih kecil pula. Jika ditinjau dari segi ekonomi hal tersebut tentu akan lebih menguntungkan.

Di samping itu, untuk bangunan bertingkat tinggi dengan semakin kecilnya dimensi struktur, pemanfaatan ruang akan semakin maksimal. Porositas yang dihasilkan beton mutu sangat tinggi juga lebih rapat, sehingga akan menghasilkan beton yang relatif lebih awet dan tahan sulfat, karena tidak dapat ditembus oleh air dan bakteri perusak beton.

Oleh sebab itu penggunaan beton bermutu sangat tinggi tidak dapat dihindari dalam perencanaan dan perancangan struktur bangunan.

Sabtu, 04 Agustus 2012

KONSTRUKSI BAJA ATAU BETON

Material konstruksi yang paling populer saat ini adalah baja dan beton. Kedua material ini merupakan komponen utama dari bangunan-bangunan di dunia, khususnya bangunan tinggi. Diantara kedua material tersebut, mana yang lebih baik untuk bahan bangunan? adalah sebuah pertanyaan yang tidak bisa diberikan jawaban secara mutlak. Kedua jenis material tersebut memiliki keunggulan, baik dari sifat-sifatnya atau karakternya, sisi ekonomi, sampai pada pertimbangan aspek lingkungannya.

Keamanan

Beton :
Material beton merupakan material yang aman jika dikaitkan dengan bahaya benturan, api dan angin. Hal ini berkaitan dengan karakternya yang berat dan kaku. Dengan design yang baik, beton juga dapat memenuhi kriteria yang diharapkan untuk keperluan ketahanan terhadap gempa bumi.

Baja :
Keunggulan baja berkaitan dengan beban gempa, angin dan beban-beban dinamis lainnya. Ini didapat dari sifat materialnya yang sangat daktail, di mana baja mampu berdeformasi dengan besar tanpa langsung runtuh, sehingga mampu menyerap energi dinamis dengan sangat baik.

Harga

Beton :
Harga material beton relatif stabil, bahkan fluktuasi harga baja tulangan beton pun tidak berpengaruh pada harga beton bertulang secara signifikan.

Baja :
Berita-berita di dunia banyak menyoroti peningkatan harga baja. Terapi dilaporkan bahwa peningkatan harga baja tidak bisa dituding sebagai faktor utama peningkatan biaya konstruksi, karena secara umum proporsi baja dalam konstruksi kurang dari 20%.

Waktu Pelaksanaan

Beton :
Khusus untuk beton cast in place, waktu pelaksanaan konstruksi relatif lebih panjang. Tetapi dewasa ini dapat ditanggulangi dengan adanya beton precast.

Baja :
Dilihat dari waktu pelaksanaan, struktur baja adalah "pilihan masa depan". Dengan sistem fabrikasi off site, waktu dan mutu bisa lebih terkendali. Waktu konstruksi on site bisa dikurangi, sehingga biaya konstruksi bisa ditekan.

Fleksibilitas Design

Beton :
Mengingat sifat beton yang mudah dibentuk, sehingga banyak dijumpai bangunan struktur beton dengan nilai estetis yang sangat tinggi.

Baja :
Dilihat dari fleksibilitas, material baja memang relatif lebih sulit untuk dibentuk. Namun material baja dengan keunggulan kekuatan dan finishingnya yang beragam, bisa dijadikan suatu karya seni yang fenomenal. Menara-menara pencakar langit maupun jembatan baja dengan rangka atau kabel, merupakan suatu karya yang menakjubkan.

Perkembangan ilmu dan teknologi kedua jenis bahan ini terus berkembang dan barangkali tidak akan pernah berhenti. Ambil contoh pada teknologi beton mutu tinggi, beton kedap air, beton ringan, dan lain-lain. Demikian juga halnya dengan baja, berbagai teknologi semakin maju, misalnya penggunan baja struktur mutu tinggi, kabel-kabel prategang, sampai baja ringan yang mulai populer.

Jadi pertanyaan "mana yang lebih baik" diantara keduanya, tentu tidak relevan untuk diajukan. Masing-masing memiliki kekurangan dan keunggulan, bahkan sering kali keduanya digunakan secara bersamaan untuk memperoleh struktur yang optimal dari berbagai aspek pertimbangan.

Video Anda

Asosiasi

Asosiasi
Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia