Tampilkan postingan dengan label arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arsitektur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 November 2013

CAT EKSTERIOR

Bagaikan wajah, dinding luar sebagai fasad rumah adalah bagian yang pertama kali terlihat oleh siapa pun. Karenanya, keindahan tampilan dinding luar perlu diperhatikan. Gunakan cat eksterior yang berkualitas agar terhindar dari berbagai masalah yang bisa mengurangi keindahannya. Berikut beberapa masalah pada dinding luar.

Cat memudar

Paparan sinar matahari secara terus menerus bisa menyebabkan pudarnya warna cat dinding luar. Jika dibiarkan, warna yang pudar bisa mangurangi kecantikan 'wajah' rumah Anda. Terlalu sering terkena gesekan atau intensitas penggunaan ruang yang tinggi pun jadi salah satu penyebab warna cat mudah pudar. Masalah cat memudar juga seringkali disebabkan oleh kualitas cat yang rendah atau penggunaan cat yang bukan khusus untuk eksterior. Karena itu gunakan cat khusus untuk eksterior yang tahan terhadap paparan sinar matahari dan memiliki teknologi yang menjaga kualitas warna senantiasa cerah.

Jamur dan Lumut

Jamur dan lumut pada dinding luar disebabkan oleh kondisi dinding yang lembab akibat hujan dan kebocoran, atau proses pengacian yang belum kering benar. Melakukan proses pengecatan yang benar sesuai panduan, memperbaiki retakan pada dinding dan menggunakan cat yang mengandung anti jamur dan lumut untuk area eksterior bisa menjadi solusi. 

Cat mengelupas

Dinding yang lembab karena hujan dan kebocoran, atau kondisi dinding yang belum kering saat dicat bisa menjadi penyebab masalah cat mengelupas. Pun bisa karena debu, kotoran dan minyak yang menenpel di dinding saat pengecatan, sehingga mengurangi daya rekat cat pada permukaan dinding. Masalah cat eksterior yang mengelupas juga sering ditemui pada rumah yang sering terkena hujan kering. Hal ini mempercepat rusaknya cat sehingga tampilan eksterior rumah menjadi tidak sedap dilihat. Masalah ini dapat ditangulangi dengan aplikasi cat dasar khusus untuk eksterior yang bisa menambah daya rekat cat dan mencegah terjadinya belang pada warna dinding. Penggunaan cat dasar khusus eksterior juga akan membuat cat dinding tahan lebih lama dibandingkan yang tidak menggunakan cat dasar. Pilih cat yang tahan terhadap air hujan dan memiliki daya rekat yang tinggi untuk terhindar dari masalah ini.

Rabu, 30 Oktober 2013

MATERIAL BATU ALAM

Batu alam memiliki banyak macam dengan kelebihan dan kekurangannya. Dalam pemilihan material batu alam harus mengetahui karakternya, karena belum tentu batu jenis tertentu cocok untuk struktur bangunan tertentu. Misalnya batu candi, tentu tidak cocok bila digunakan untuk lantai, apalagi pondasi. Batu candi memiliki pori-pori dan warna yang khas, sehingga hanya cocok untuk dekorasi dinding dalam dan luar ruangan. Batu candi memiliki sifat getas atau mudah patah.
Selain batu candi, bebatuan lain yang termasuk dalam keluarga batu alam meliputi, batu andesit, batu kali, batu paras, batu palimanan, batu koral sikat, granit dan marmer. Batuan alam tersebut memiliki karakter masing-masing, contohnya batu andesit yang memiliki karakter sangat keras sehingga sulit dipotong, batu ini cocok untuk lantai dan dinding, karena tak mudah muncul lumut.
Karakter batu paras lain lagi. Batu jenis ini cukup lunak, berwarna kekuningan dan bisa ditatah atau dibentuk relief, bahkan bisa dibuat bentuk tiga dimensi. Batu ini cocok untuk hiasan ruangan dan taman. Batu palimanan pun memiliki karakter yang unik dan tekstur warna yang menarik. Biasanya batu palimanan sering digunakan untuk dinding.
Penggunaan material batu alam memberikan nuansa natural. Material batu bisa dipadukan dengan tanaman tropis, seperti pisang-pisangan, bambu, rumput gajah, dan palm atau tanaman yang lebih besar lagi, yakni serut, untuk memberikan nuansa tropis.

Rabu, 09 Januari 2013

ATAP KACA

Material kaca umumnya digunakan untuk jendela dan pintu. Ketika teknologi kaca semakin berkembang, aplikasinya pun melebar hingga ke elemen dinding, lantai hingga atap. Atap kaca merupakan jalan tengah bagi ruangan yang ingin terlindung dari hujan, namun masih tetap bisa merasakan terpaan sinar matahari. Suasana yang hadir di bawahnya pun terasa seperti di luar ruangan. Aplikasi material kaca di luar ruangan ada yang sekedar atap kanopi hingga konservatori.

Material kaca yang digunakan untuk atap tentunya berbeda dengan yang digunakan untuk jendela. Atap kaca menggunakan jenis kaca tempered dan laminated. Kaca tempered merupakan kaca biasa yang dipanaskan dalam temperatur hingga 700 derajat C, kemudian didinginkan mendadak dengan menyemprotkan udara di kedua sisinya. Sementara itu kaca laminated dihasilkan melalui proses laminasi dengan menempelkan dua lembar kaca biasa menggunakan polyvinil butiran film. Dengan perekat tersebut, jika kaca pecah maka pecahannya masih menempel di film tersebut. Aplikasi kedua jenis kaca ini pada atap biasanya dengan menggunakan frame aluminium.

Atap kaca dapat diaplikasikan di berbagai ruang luar yang memiliki overhead. Aplikasi paling umum yaitu untuk kanopi. Kanopi kaca biasanya digunakan untuk melindungi ruang-ruang yang masih ingin dianggap sebagai area outdoor, misalnya carport dan area drop off. Ada juga jenis ruang-ruang fungsional di luar outdoor yang dapat menggunakan atap kaca. Misalnya teras, outdoor living room, outdoor kitchen, gazebo, pool house, selasar dan sebagainya.

Minggu, 18 November 2012

WATERPROOFING

Air kadang bisa menjadi "musuh" utama bangunan, terutama pada musim penghujan, atau pada area yang menyimpan air. Air kerap merepotkan kenyamanan penghuni, karena begitu sulitnya mencari sumber penyebab kebocoran. Pada atap atau dak bangunan, kerap terjadi kebocoran yang menahun. Konsekuensinya bangunan jadi terlihat kotor dan dapat menyebabkan kerusakan bangunan. Pada area yang menyimpan air, seperti bak kamar mandi atau kolam renang seringkali terjadi penyusutan volume air. Memberi lapisan waterproofing pada area-area tersebut akan mencegah terjadinya kebocoran. Jenis materialnya bisa disesuaikan kebutuhan, menggunakan jenis membran, coating, pasta logam, dan flashband.

Atap dan Dak

Aplikasi waterproofing pada atap dan dak dapat diklasifikasikan sebagai metode waterproofing eksterior. Untuk atap dan dak, sebaiknya aplikasi waterproofing dilakukan pada proses konstruksi. Untuk bagian atap, sistem coating paling umum digunakan. Menggunakan bahan polimer berbentuk bahan cat. Berbeda dengan dak yang memiliki karakter datar, sistem menbrane waterproofing cocok diterapkan. Waterproofing jenis membran terbuat dari bahan monomer kimia, etilene, propilena yang dicampur dengan bahan karet. Campuran ini akan membentuk senyawa yang kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca.

Wet Areas dan Tanking

Wet areas pada bangunan meliputi kamar mandi, dapur, dan kolam renang. Diperlukan penanganan waterproofing yang berbeda untuk tiap kebutuhan ruang. Sistem coating dan flashband addhisive merupakan pilihan terbaik untuk solusi pelindung rembesan air pada lantai dan dinding kamar mandi dan dapur. Untuk sistem pipa dan penampungan air, dapat disiasati dengan membeli tanki air berbahan dasar polyethylene murni, tanpa campuran atau komposisi daur ulang. Pastikan juga bahan dasarnya bersetifikat FDA (food grade), aman digunakan dan ramah lingkungan. Untuk perlindungan maksimal, lapisi area-area tersebut dengan waterproofing berteknologi hydrolock yang mudah diaplikasikan dan tahan lama.

Kamis, 15 November 2012

TREN LAMPU LED

LED (Light Emitting Diode) adalah sebuah chip semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika mengalirkan arus listrik. Lampu LED sangat fleksibel karena kemampuannya untuk mengeluarkan hampir semua spektrum cahaya, sehingga dipergunakan secara luas sebagai sumber cahaya untuk berbagai keperluan, seperti : lampu indicator, sinyal lalu lintas, dan saat ini LED dipergunakan sebagai lampu penerangan.

Meskipun lampu LED telah diketahui menghasilkan spektrum cahaya dan telah diproduksi sejak 1960-an, namun teknologi LED yang menghasilkan tingkat pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan penerangan, baru dikembangkan belum lama ini. Kecepatan inovasi dalam bidang pencahayaan LED, atau sering disebut SLL (Solid State Lighting), saat ini berkembang dengan luar biasa. Banyak produsen ternama yang turut mengembangkan lampu LED untuk kebutuhan penerangan.

Pengembangan lampu LED tentu saja bukan tanpa alasan, hanya saja saat ini lampu LED yang dijual di pasaran "terasa sangat mahal" harganya dibandingkan dengan lampu pijar atau lampu TL yang umum kita pakai di rumah. Namun, teknologi ini konon dapat menghemat energi hingga 80% dan masa pakainya yang lebih panjang, lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung merkuri dan tidak panas saat digunakan, sehingga lebih aman.

Tingkat kebutuhan pasar terhadap teknologi LED di Indonesia sendiri diperkirakan telah tumbuh 20% - 30% dalam setahun terakhir. Permintaan meningkat seiring penurunan harga dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk ramah lingkungan. Permintaan terus meningkat, terutama dari sektor periklanan, perhotelan, dan pusat perbelanjaan. LED juga diperkirakan akan segera menggantikan teknologi lampu konvensional, setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.

Minggu, 14 Oktober 2012

GREEN FACADE

Fasad merupakan bagian terluar bangunan yang selain berfungsi melindungi bagian dalam bangunan, juga untuk menampilkan karakter hunian kita. Karena fasad merupakan bagian bangunan yang paling pertama dilihat, bentuknya tentu harus sedap dipandang. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan membuatnya hijau. 


Green facade, yang memiliki istilah lain green walls, living walls, dan biowalls ini sudah ada sejak tahun 600 SM melalui Hanging Gardens of Babylon. Inovasi terjadi seiring berkembangnya teknologi bahan bangunan dan teknologi bercocok tanam. Medium tanam pun tak lagi bergantung pada tanah. Kini green facade bisa dilakukan melalui berbagai cara.

Sebetulnya green facade lebih dikenal sebagai dinding luar yang sengaja ditumbuhi tanaman rambat. Akar tanaman menancap di tanah dan dirambatkan ke seluruh bagian terluar bangunan, dari dinding hingga ke atap. Selain dengan tanaman rambat, terdapat juga cara menghijaukan fasad dengan media tanam seperti rak tanaman, kasa dan dinding dengan struktur khusus. Dengan material bata, kita dapat membuat dinding khusus untuk dihijaukan. Karena hasil rancangan sendiri, tentu perawatannya lebih mudah. Kita dapat mengganti tanaman, menjiram dan memberi pupuk dengan lebih mudah.

Dengan jumlah tumbuhan yang banyak dan penyebarannya yang merata di fasad, suhu di dalam bangunan akan turun secara signifikan. Kita dapat menikmati sejuknya udara yang berkualitas tanpa bantuan AC. Selain membuat udara lebih bersih, tanaman yang tumbuh di fasad akan memurnikan air hujan yang memiliki kandungan asam. Secara tidak langsung, air hujan akan disaring bertahap dan membuat air tanah jadi lebih sehat.

Jumat, 14 September 2012

ARSITEKTUR HIJAU

Keselarasan hidup manusia dan alam terangkum dalam konsep Arsitektur Hijau. Konsep yang kini tengah digalakkan dalam kehidupan manusia modern. Arsitektur Hijau adalah suatu pendekatan pada bangunan yang dapat meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Tujuan pokok Arsitektur Hijau adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan. Arsitektur Bangunan Hijau dipraktikkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air, dan bahan-bahan, serta mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan melalui tata letak, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan bangunan.

Dalam hal estetika, Arsitektur Bangunan Hijau terletak pada filosofi merancang bangunan yang harmonis dengan sifat-sifat dan sumber alam yang ada di sekelilingnya. Penggunaan bahan bangunan alam dan bahan bangunan yang dapat diperbaharui.

Dari segi interior, Arsitektur Bangunan Hijau mensyaratkan dekorasi dan perabot tidak perlu berlebihan, saniter lebih baik, dapur bersih, desain hemat energi, kemudahan air bersih, luas dan jumlah ruang sesuai kebutuhan, bahan bangunan berkualitas dan konstruksi lebih kuat, serta saluran air bersih. Untuk mengatasi limbah sampah, lubang biopori dapat menjadi solusi.

Video Anda

Asosiasi

Asosiasi
Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia